obat kolesterol
Berawal dari suami yang pusing-pusing berkepanjangan, sama merasa sedikit pegal-pegal. Biasanya sih... cuma gejala flu. Tapi, dikasih obat flu dan pusing, tidak sembuh. Dikasih obat masuk angin, tidak sembuh juga. Nah.... iseng-iseng cek darah ke laboratorium. Hasilnya gubrakkkk......... kadar kolesterolnya 385. Heran bin ajaib. Kenapa ya? Padahal suamiku sangat memperhatikan pola makanannya dan rajin berolahraga (meski tidak setiap hari sih). Tapi dia termasuk yang crewet banget sama makanan, harus ada sayur dan buah. Makan siang saja, suka membawa rantangan dari rumah. Nggak mau jajan sembarangan. Makanya kita nggak menyangka sama sekali, kalau pusing dan pegalnya gara-gara kolesterol. Nah.... pusingnya bertambah kenceng, sewaktu dokter memberi resep obat penurun kolesterol yang moahallll. Kita sudah minta sama dokter supaya diberi obat yang generik saja. Eh... si dokter bilang, Obat bagus sama obat generik beda lah Bu. Kalau Ibu mending pakai yang obat bagus saja, ini kolesterol 385 sudah sangat kritis, harus segera turun, kalau tidak efeknya bisa ke mana-mana. Duh nakut-nakuti saja tuh... dokter!!! Kebetulan hari itu tanteku telpon, cerita-cerita tentang Oom yang kena kolesterol juga, sampe ke 395. Dan obatnya yang mahal juga dari dr. X dari rumah sakit Y. Kita sama-sama curhat, mengeluh, merasa jadi korban perdagangan obat antara para dokter dan perusahaan obat. Aku jadi ingat di tahun berapa itu (waktu aku masih agak mudaan), temanku yang bekerja jadi medical rep., cerita kalau si dokter M sudah dapat poin yang bisa ditukar dengan mobil Kijang atau keliling Eropa untuk 2 orang. Ck ck ck.... Enak banget deh yang jadi dokter, apalagi dokter yang sudah ngetop. Tidak tahu situasi sekarang, apakah masih sama atau sudah ada kebijakan dari Depkes kah? Karena tidak mau menyerah dengan keadaan (ingin suami sembuh dari kolesterol, tetapi tidak mau bayar obat yang moahalllll), maka aku dan tante, sama-sama cari obat kolesterol. Caranya kasak kusuk ke mana-mana (maklum......... perempuan), sama ngebrowse di internet. Nah...., ketemulah obat kolesterol macam-macam di situ. Dari alpukat, bawang putih, labu siam , akar seledri dan belimbing. Nah.... yang paling aneh tuh..... . yang kubaca dari majalah Trubus 12 Maret 2007 , ditulis sama Vina Fitriani. Dikatakan di situ, kalau ARANG bisa jadi obat kolesterol, kutipannya begini ya: "ARANG sebagai pereduksi kolesterol dan penghambat penyakit dilansir oleh British Journal of Nutrition. Sejumlah pasien berkolesterol tinggi yang diberi konsumsi 8 g arang per hari turun 25 % dari total kolesterol, 41 % kolesterol jahat LDL (low density lipoprotein), serta melipatgandakan rasio HDL/LDL kolesterol. Itu karena arang menyerap penyumbat jantung dan melancarkan peredaran darah koroner." Nah... ini dia yang kucari-cari! Aku sama tante hari itu juga langsung cari ARANG di pasar. Digiling halus, direbus pakai air, terus para suami disuruh minum rebusan yang hitam legam itu. Ajaib lho.... Dalam waktu kurang dari 10 hari saja, kolesterol Oom-ku jadi 173. Sedang suamiku jadi 170. Penasaran sama hasilnya yang spektakuler, tanteku juga coba ikut minum arang. Tangan dan kakinya yang kebas (mati rasa), karena kolesterol jadi sembuh kembali, setelah 5 hari. Masih penasaran, tetanggaku yang juga kedua tangannya kebas, karena kolesterol. Aku kasih minum ARANG juga, hasilnya sembuh juga. Wah..............., hebat amat tuh ARANG. Ada teman yang memberitahu tentang Facebook, ARANG obat ajaib (bener lho.... aku tidak ada hubungan apa-apa sama Facebooker ybs). Isinya kira-kira mengatakan, kalau ARANG banyak manfaatnya untuk obat. Tidak menyangka ya...??? Padahal kita suka kena syndrome: "yang murah pasti jelek, yang mahal pasti bagus". Sedangkan ARANG sudah sangat murah, bahkan tidak ada harganya, kesannya kotor (hitam legam begitu), apa sih bagusnya? Paling-paling cuma buat bakar sate saja. Tapi, ternyata dibalik ketidakberhargaannya dan kehitamannya (ngomong apaan sih?), tersimpan khasiat yang luar biasa. p.s. -. arang dalam bentuk praktisnya dikenal juga dengan merk dagang norit -. dari dulu saya memang pernah dengar kalau norit ini memang obat yang baik untuk sakit perut, sakit maag, dan keracunan makanan, jadi masuk akal juga kalau norit dapat menyerap kolesterol dalam saluran pencernaan kita, pantas di coba -. norit adalah obat dari jaman belanda (jadul), tapi tetap eksis sampe sekarang, no side effects, harganya tidak mahal -. untuk hasil optimal (menyerap kolesterol dan racun dalam saluran pencernaan) sebaiknya norit di minum dalam keadaan perut kosong (3 jam sesudah makan terakhir atau 1 jam sebelum makan) -. bukan iklan ya, saya tidak ada hubungan apapun dengan norit, just trying to help -. semoga bermanfaat bagi teman2 sekalian, walau bagaimanapun obat tradisional & alami lebih baik daripada obat2 an kimia



Translate Bahasa
My Partner
Terima Kasih Kepada
Menu Back Link
Di Dukung Oleh



Comments
1 responses to "obat kolesterol"
Lhanna [06:07 PM, 27-Sep-11]
Aq mau nyoba deh... Dalam nama Yesus kebas2 q sembuh!
Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]
New Comment